Selamat datang kembali di www.ternakayamkampung.com, Media penghubung antar peternak ayam kampung serta pelanggan.

Search Here

SOP (Standar Operasional Prosedur) Peternakan Ayam Kampung

SOP (Standar Operasional Prosedur) peternakan ayam kampung ditentukan oleh pemerintah dengan tujuan meningkatkan kualitas (Quality), kapasitas (Quantity), serta kontinyuitas (Continuety) hasil ternak. Standar operasional dalam menjalankan usaha ini dikeluarkan oleh pemerintah melalui Peraturan Perundang-undangan Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia (permentan atau peraturan menteri pertanian) ataupun Undang-undang yang berlaku di Indonesia. Adapun SOP pemeliharaan ternak, pengendalian penyakit, hingga pemasaran hasil ternak secara resmi diterbitkan pemerintah untuk budidaya ayam terutama ayam kampung yang terpenting adalah sebagai berikut :

Peraturan menteri pertanian No. 49/Permentan/OT.140/10/2006 tentang
Pedoman Pembibitan Ayam Lokal yang Baik (Good Native Chicken Breeding Practice)

Peraturan Menteri Pertanian Nomor 50/Permentan/OT.140/10/2006 tentang
Pedoman Pemeliharaan Unggas di Pemukiman

Masih banyak peraturan menteri pertanian maupun undang-undang yang dikeluarkan dalam menjalankan usaha ini. Seperti dikutip dari website resmi Kementrian Pertanian RI sebagai berikut :

1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1967 tentang
Ketentuan-ketentuan Pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan (Lembaran Negara Tahun 1967 Nomor 10, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2824);

2. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang
Wabah Penyakit Menular (Lembaran Negara Tahun 1984 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3273);

3. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang
Pangan (Lembaran Negara Tahun 1996, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3656);

4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara 465 Nomor 4437), juncto Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang
Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah Menjadi
Undang-Undang (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4548);

5. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 1977 tentang
Penolakan, Pencegahan, Pemberantasan dan Pengobatan Penyakit Hewan (Lembaran Negara Tahun 1977 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3101);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1977 tentang
Usaha Peternakan (Lembaran Negara Tahun 1977 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3102);

7. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1983 tentang
Kesehatan Masyarakat Veteriner (Lembaran Negara Tahun 1983 Nomor 28, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3253);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1992 tentang
Obat Hewan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 129, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3509);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2004 tentang
Keamanan, Mutu, Gizi Pangan (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 107, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4424);

10. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 420/Kpts/OT.210/7/2001 tentang
Pedoman Budidaya Ternak Ayam Buras Yang Baik (Good Farming Practice);

11. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 424/Kpts/OT.210/7/2001 tentang
Pedoman Budidaya Ternak Ayam Pedaging Yang Baik (Good Farming Practice);

12. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 425/Kpts/OT.210/7/2001 tentang
Pedoman Budidaya Ternak Ayam Petelur Yang Baik (Good Farmin Practice);

13. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 238/Kpts/PD.430/6/2005 tentang
Pedoman Penetasan Ayam Ras Yang Baik;

14. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 299/Kpts/OT.240/7/2005 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pertanian, juncto Peraturan Menteri Pertanian Nomor 11/Permentan/OT.240/2/2007;

15. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 36/Permentan/OT.140/8/2006 tentang
Sistem Pembibitan Ternak Nasional;

16. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 49/Permentan/OT.140/10/2006 tentang
Pedoman Ayam Lokal Yang Baik;

17. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 50/Permentan/OT.140/10/2006 tentang
Pedoman Pemeliharaan Unggas di Pemukiman

Itulah beberapa standar opreasional prosedur yang mesti kita patuhi sebagai pelaku usaha peternakan. Untuk kedepannya agar menjadikan periksa bagi kita semua.

*) Peraturan pemerintah di atas dapat dijadikan pedoman dalam melakukan standarisasi produk, pemasaran, hingga pedoman operasional selama pemeliharaan.
*) Sumber terpercaya langsung kami ambil melalui website resmi pemerintah tentang Peraturan Perundang-undangan Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia : http://perundangan.pertanian.go.id/p_menteri.php

Diperbarui : 23 Februari 2016

Masalah Kutil Pada Paruh DOC

kutil DOC
Berbicara dengan teman-teman di facebook page sangat mengasyikkan. Selain bisa berbagi serta mengetahui info terbaru dan mengulas berbagai masalah yang dialamai para peternak pemula seperti saya. Dalam facebook page tersebut rekan peternak ayam kampung bertanya tentang masalah DOC yang baru dihadapi. Yaitu masalah kutil pada hidung atau sekitar paruh DOC ayam kampung. Dan berikut masalah kutil hidung pada DOC.
kutil pada DOC ayam kampung
Dari percakapan tersebut kami ingin mengulas masalah tersebut pada artikel ini. Memang masalah DOC sering muncul dari pada ayam dewasa. Pada pre starter DOC sering sekali kita menemukan masalah-masalah kecil. Namun masalah kecil tersebut pada usia muda akan berakibat buruk pada pertumbuhannya. DOC anda pernah mengalami masalah kutil ini juga? Mari kita telusuri penyebabnya. 

1.Tanda-tanda
Pada awalnya paruh ayam sekitar hidung atau pangkal paruh akan terlihat berdarah atau kemerah-merahan. Jika dibiarkan atau berlanjut akan mengeluarkan darah. Darah ini kemudian membeku dan membentuk gumpalan kasar di area paruh bagian tengah pada pangkalnya. Terlihat seperti kutil atau bisul pada paruh ayam (lihat gambar 1)

2. Penyebab.
a. Penyakit
Jika dari tanda-tanda tersebut merupakan penyebab dari penyakit, maka sebabnya adalah parasit pada ayam. Parasit ini sering terjadi 1 atau 2 tahun sekali dalam semusim. Anak ayam yang diumbar atau dibesarkan induknya rata-rata 70% ke atas anak ayam mengalami hal serupa. Biasanya adalah pengaruh cuaca dan virus parasit. Penyakit ini tidak berbahaya dan akan hilang dalam usia 2 bulan. Penyakit ini jarang sekali menyerang ayam dewasa atau induk. Bisa dikatakan ayam usia lebih dari 3 bulan jarang sekali terkena.
b. Kandang
Jika masalah ini terjadi pada sebagian kecil anak ayam, misal dari 100 koloni hanya menyerang 10 ekor maka penyebabnya adalah masalah kandang. Apakah kandang DOC anda memakai strimin di setiap sisinya? Jika iya, itulah masalahnya. Pengalaman kami adalah ayam mengejar nyamuk atau benda/makhluk terbang dan ingin mematuknya, sehingga paruh ayam akan 'nyangkut' di setiap lubang strimin. Setelah pendarahan biasanya terjadi gumpalan seperti kutil pada paruhnya. 

Bisa juga karena kandang terlau banyak kawat berkarat, kayu yang kurang halus, paku, bambu yang belum diraut dll dapat menyebabkan masalah ini.

3. Mengobati
Untuk pengobatan karena masalah ini saya rasa tidak begitu besar maka hanya saya biarkan begitu saja. Namun jika ingin diobati adalah memakai obat alami pun dapat dilakukan seperti menggunakan batang daun iodium, atau menggunakan obat merah.

4. Pencegahan/Tips
Setelah kami mengalami kejadian seperti masalah kutil di atas kami tidak lagi menggunakan strimin sebagai kandang DOC. Sebagai gantinya kami menggunakan benda atau sekat tertutup seperti kardus, triplex, plastik dll yang tidak ada lubang di area dinding kandang DOC. 

Seperti itulah pengalaman kami menangani masalah kutil pada DOC ayam kampung. Jika ada pertanyaan masalah ini mohon komentar atau kunjungi facebook page kami untuk respon langsung. Akhir kata sukses peternak ayam kampung Indonesia!

Bagian-bagian Daging Ayam (Inggris)

Ternakayamkampung.com - Saat berkunjung di salah satu restoran western tempat kami melakukan kunjungan, sungguh menjadi hal yang asing bagi saya (penulis). Hal ini disebabkan karena manajemen resto tersebut menerapkan dan menuliskan bahasa inggris dalam menuliskan bagian-bagian ayam yang sudah dikemas. Memang untuk peternak saya sudah terbiasa menghadapi bagian-bagian tubuh ayam namun karena dalam sebutan asing jadi agak ribet dan kurang paham. Apa mungkin karena saya katrok jadi tidak tahu bahasa mereka.

 Nah, dari beberapa artikel saya menyempatkan diri membaca dan menuliskan di sini untuk sekedar membuat pedoman jika penamaan bagian daging dalam bahasa inggris pula. Dengan tujuan dapat dinikmati orang bule :D. Maklum saja bahwa ayam kampung kami adalah asli ayam jawa dan ternyata sampai juga di telinga mereka. Berikut ini bagian-bagian daging atau tubuh ayam dengan istilah asing sesuai sumber dari Tomfrydaysmarket :

1. Whole Chikcen (Ayam Utuh)
 Meliputi semua bagian tubuh ayam tanpa terkecuali. Hanya saja untuk ayam kampung termasuk leher, kepala, hingga ceker ikut dikemas.

2. Halves (Separuh Bagian)
Ayam dipotong menjadi setengah bagian mulai dari pundak atas hingga ekor menjadi 2 (simetris)

3. Breast Quarters (Separuh Dada dan sayap)
Potongan seperempat termasuk dada dan sayap

4. Split Breast (Dada Terpisah)
Seperempat dada dengan sayap dipotong

5. Split Breast Without Back (Dada Terpisah Tanpa Punggung)
Seperempat dada dengan sayap dipotong, ditambah dengan bagian punggung dipotong pula

6. Bonneles, Skinless Breast (Dada Ayam Tanpa Kulit dan Tulang)
Ayam pada bagian dada dengan tanpa kulit serta tulang dada dihilangkan

7. 8-Piece (8 Potong bagian)
Ayam dipotong menjadi 8 bagian yaitu 2 dada, 2 sayap, 2 paha dan 2 punggung.

8. Whole Chicken Wing (Sayap Utuh Ayam)
Semua bagian sayap mulai dari pangkal sayap hingga ujung sayap.

9. Wing Drummettes (Pangkal Sayap)
 Ini bukan paha melainkan bagian bahu dan siku dari sayap tersebut.

10. Wing Mid Section With Tip (Tengah dan Ujung Sayap)
 2 Potong sayap tengah dan ujung sayap

11. Wing Mid Section (Tengah Sayap)
Hanya bagian sayap tengah saja.

12. Whole Chicken Leg (Paha dan Bagian Atas)
 Seluruh bagian paha dan bagian atas

13. Boneless, Chicken Leg (Paha Tanpa Tulang)
Paha tanpa kulit dan tulang yang sudah dihilangkan.

14. Thigh (Ujung Ekor)
Hanya bagian ujung ekor saja

15. Boneless, Skinless Thigh (Ekor Tanpa Tulang)
Bagian ujung ekor yang sudah dihilangkan kulit dan tulangnya

16. Drummstick (Paha)
Hanya bagian paha saja

17. Giblets (Jerohan)
Beberapa jerohan seperti ampla, jantung, hati dan leher dikemas menjadi 1 kemasan.

Dari beberapa bagian tubuh ayam di atas adalah untuk ayam boiler. Sementara selera orang akan berbeda-beda menurut bagian-bagian tertentu pula. Untung saja manajemen tetap memperhatikan budaya Indonesia bahwa sebaiknya penjualan ayam kampung asli dilakukan dengan sistem ayam utuh. Dengan begitu peternak tidak kerepotan dalam menjual bagian-bagian tubuh yang lain.

Yang saya heran untuk data di atas adalah tidak menyertakan kepala, usus, serta cakar ayam. Entah orang sana tidak menyukai atau bagaimana yang jelas aturan orang bule seperti itu. Tapi setelah mereka mencoba beberapa bagian tubuh lain, mereka berkata : Actually, I don't like it. But, why at here good? :D. Dengan bangga saya bilang, Ini Ayam Kampung Asli Boy, Kemana saja sih loe? kemudian ia menjawab. What the meaning is "Loe"?

Dan kita pun tertawa bersama sembari menikmati ayam kampung bakar. Sekian

NB : Tulisan ini bertujuan untuk sekedar pengalaman bagi penulis agar mampu memberikan label pada produk yang kami kemas. Tidak ada maksud tujuan lain terutama khusus untuk penulis.

Tips Penjualan Hutang Piutang

Sahabat ternak bila kita berencana menjual ternak kita tentu dihadapkan pada adat jawa hutang piutang. Tidak dipungkiri bahwa sistem penjualan hutang piutang sering terjadi dalam penjualan ayam kampung. Untuk itu berikut pengalaman kami dalam hutang piutang penjualan ayam kampung dalam manajemen ternak ayam kampung.

Sesuai pengalaman kami dalam mengelola ataupun dalam penjualan ayam baik itu tingkat pengepul di kampung maupun kelas restoran maka hutang piutang sering kali terjadi dan tidak bisa kita mengelak karena merekalah rajanya. Hutang berarti kita mempunyai tanggungan pelunasan biaya sedangkan piutang adalah tanggungan konsumen yang harus dibayarkan.

Alasan
Jika anda sudah pernah menjual ayam kampung ataupun produk lain, pasti akan mengalami hal ini. Piutang usaha sering terjadi pada konsumen dengan menerapkan pembayaran sistem 'kolektif'. Artinya membayar pada akhir minggu, akhir bulan, ataupun jika produk laku dipasaran. Jika anda ragu dengan masalah hasil ternak tidak laku di pasaran, coba baca artikel kami di alasan ayam kampung tidak laku di pasaran. Sistem kolektif ini diterapkan oleh sebagian restoran, hotel, dan para pengepul besar. Sehingga mereka membayar kita pada akhir pekan, bulan dll. Sistem kolektif ini juga sering terjadi pada pengepul karena sudah lama dan akrab dengan kita (langganan), ataupun karena konsumen kita adalah teman baik kita sendiri sering mengubah penjualannya dengan sistem ini.

Akibat
Hutang piutang sering menjadi boomerang bagi peternak seperti saya karena diharapkan saat penjualan akan segera memetik hasilnya namun dikarenakan sesuatu hal pembayaran hasil ternak tidak terjadi pada hari itu juga atau pembayaran mundur. Sementara di saat bersamaan kita harus memperbarui produk ternak kita. Bila kita tidak memanajemen hal ini maka akan berakibat pada :
1. Suntikan Modal baru untuk usaha
2. Menghambat siklus ternak
3. Pencatatan Hutang Piutang dan lain-lain

Tips
Adapun yang harus kita lakukan dalam kaitan penjualan hutang piutang ini menurut Idha Susanty (Pemilik "Reklame 76" Adverising Agency Kalimantan Timur) adalah :
1. Pencatatan piutang usaha
2. Bekerjasama dengan bank dan jasa
3. Tentukan batas penagihan jelas kapan waktu pembayaran
4. Jalinlah kepercayaan masing-masing antara produsen (peternak) dengan distributor atau konsumen
5. Sediakan modal sampingan atau modal ke-2 jika pembayaran terjadi akibat kemunduran waktu
6. Pastikan penyetoran hasil ternak telah selesai pembayaran sebelumnya

Melihat dari tips tersebut saya yakin untuk menekuni bisnis ini akan berjalan kontinyu dan berkelanjutan. Inilah yang sering dihadapi para peternak dalam usaha ini. Semoga tips ringan ini menjadi pedoman khususnya bagi penulis yang masih tahap belajar beternak ayam. Salam sukses peternak Indonesia! 

Kriteria Ayam Kampung Asli Siap Jual

Ternakayamkampung.com - Musim penghujan masih belum berlalu namun permintaan daging ayam pun terus berdatangan. Seperti masa suram peternak biasanya di bulan Februari - April adalah masa sulit dalam penjualan. Dikarenakan sepinya pasokan daging dari peternak serta kebutuhan daging untuk bulan tersebut mengalami penurunan. Entah pengaruh musim penghujan mengakibatkan panen ternak mengalami kegagalan tinggi atau para peternak menerapkan strategi penjualan dengan menjual pada bulan Mei-Juli (masa liburan sekolah) atau karena sebab tertentu.Untuk itu kami ingin mengulas kategori ayam kampung asli siap panen siap jual atau siap dipasarkan.

1. Ayam Kampung Siap Panen
Banyak diantara member di facebook page kami bertanya "Bagaimana kriteria ayam siap jual?" rupanya banyak diantara peternak pelaku peluang usaha ternak ayam kampung pemula (sepeti saya) belum mengetahui dengan pasti ukuran ayam kampung untuk diambil dagingnya. Untuk itu berikut kriteria terbanyak dari peminat ayam kampung asli berdasarkan segmentasi pasar kami :
A. Restourant
Ukuran mulai 700 gr atau 7 ons (kondisi hidup). Biasanya setelah dipotong ayam akan mengalami penurunan berat karena diambil bulu serta dibersihkan bagian-bagian dalam seperti usus, ampla, dan bagian-bagian lain sehingga menjadi 0,5 kg utuh.

Ukuran 2 1200 gr atau 1,2 kg (kondisi hidup). Biasanya setelah dipotong ayam akan susut pula dengan pengurangan sekitar 200 gr atau 2 ons sehingga menjadi 1 kg utuh.

Kelas restourant biasanya lebih selektif dalam menerima hasil panen. Jadi biasanya para chef atau pihak manajemen meminta ukuran tepat serta seragam.

B. Hotel/Hostel
Melihat sangat beragamnya keinginan konsumen mulai dari lokal maupun internasional, rata2 menu yang dijasikan beragam. Tak terkecuali hotel yang menggunakan menu ayam kampung. Rata-rata menggunakan ayam dengan umur 5 bulan ke atas (dara) dengan estimasi hasil daging yaitu 1 kg (hanya daging/fillet). Untuk itu pemeliharaan berlangsung paling sedikitnya membutuhkan waktu 5-6 bulan. Konsumen kami seperti di edu hostel merupakan peminat dengan ukuran ayam seperti ini.

C. Rumah Makan
Memang kelas rumah makan tidak selalu meminta bobot serta ukuran seragam. Hanya mengandalkan utusan pemilik rumah makan untuk memilih kategori ayam siap potong. Biasanya rumah makan seperti ayam kampung goreng menerapkan sistem cakupan kedua tangan orang dewasa. Bila tidak menenuhi atau kurang biasanya tidak diambil. Namun apabila kelebihan sedikit tidak jadi masalah. Penerapan sistem cakupan tangan ini diterapkan oleh rumah makan Pak Parman. (Jl. Kaliurang km. 8.5 Yogyakarta)

D. Pengepul dan tengkulak ayam
Ukuran pengepul biasanya meminta kondisi hidup yaitu bobot antara 5 ons - 2 kg. Mereka biasanya mengumpulkan dari beberapa peternak kemudian mendistributorkan ke pedagang ayam atau pengepul lebih besar lagi. Sistem yang digunakan untuk menentukan harga yaitu pada penimbangan hasil panen. Biasanya pengepul menimbang ayam dengan jumlah tertentu kemudian ditentukan harganya. Semakin seragam ayam kita maka semakin tinggi harga yang akan didapat. Biasanya perbedaan berat badan menjadi penentu keberhasilan panen. Banyak juga peternak mengeluhkan dan menangani masalah berat badan tidak seragam ini.

E. Pengepul Genduri
Pengepul ayam genduri untuk daerah kami menyebutnya demikian karena ayam untuk "Slametan" yaitu upacara adat seperti untuk hajatan. Biasanya pengepul ini menampung pasangan pejantan dan betina. Yaitu bobot rata-rata 1 kg betina (minimal) serta pejantan 1,5 kg (minimal). Di tingkat pengepul genduri ayam kampung sepasang bisa dihargai Rp. 150.000,- hingga Rp. 200.000,- tergantung besar kecilnya ayam.

F. Ibu Rumah Tangga
Untuk konsumsi rumah tangga biasanya mereka tidak menginginkan ayam utuh. Mereka biasanya meminta paha, dada, ataupun kepala ayam serta kaki terpisah. Dengan berdasarkan keinginan tersebut biasanya ayam yang dipakai adalah 1 kg baik pejantan maupun betina.

2. Telur ayam kampung
Untuk telur memang tidak seribet urusan daging ayam kampung. Namun ada beberapa konsumen menerapkan sistem kuantitas atau kualitas masing-masing. Seperti untuk jamu menerapkan sistem kiloan, dengan butiran telur lebih kecil. Dengan asumsi mendapatkan jumlah telur lebih banyak. Sementara untuk konsumen seperti kue menginginkan telur dengan butiran besar dengan alasan roti lebih mengembang. Serta banyak lagi keinginan telur ayam kampung asli siap jual ini.

3. Umur
Kami rasa belum ada konsumen dengan minat menginginkan ayam atau telur dengan umur tertentu. Kalaupun ada mungkin karena ingin diternakkan kembali oleh pembeli tersebut. Untuk mengetahui umur ayam siap panen, berikut kriteria ayam siap menghasilkan ternak berkualitas.
a. Umur untuk mencapai bobot 1 kg biasanya membutuhkan waktu paling cepat 3 bulan. Ada ayam kampung asli dengan waktu 2,5 bulan bisa mencapai berat seperti di atas. Dengan catatan menggunakan bibit unggul berkualitas seperti ayam kampung KUB dari Balitnak (Balai Penelitian Ternak Bogor)
b. Umur waktu tercepat ayam kampung asli bertelur yakni 20 minggu yaitu rata-rata dengan umur 5 bulanan. Tentu pula jika pemeliharaan sudah terprogram dan termanajemen dengan baik.

4. Tips
Kami rasa anda telah paham tentang beberapa kriteria ayam siap panen seperti uraian di atas. Jadi pastikan untuk segmentasi pasar terlebih dahulu untuk lebih detailnya tentang kebutuhan akan ayam kampung asli ini. Seperti kita tahu bahwa ayam kampung bukan alasan ayam kampung asli tidak laku di pasaran melainkan kita tidak tahu dengan cermat apa saja yang harus kita sajikan kepada konsumen. Jangan sampai salah langkah untuk memilih sektor peternakan. Penataan peternakan dimulai dari segmentasi pasar tersebut. Itulah tips dari kami semoga bermanfaat. Salam sukses ya!

diperbarui 22 Februari 2014

Alasan Ayam Kampung Tidak Laku Di Pasaran

Tujuan :
Tips perbaikan manajemen penjualan serta riset pasar akan ternak ayam kampung
Ternakayamkampung.com - Sahabat sebenarnya bukan alasan ayam kampungnya yang tidak laku di pasaran melainkan hasil panen tidak sesuai harapan. Ini terjadi pada pelaku usaha baru atau belajar ternak ayam kampung pemula seperti kami. Panen diharapkan berjalan lancar sesuai waktu namun tidak tercapai pada saat panen belum mendapati kesesuaian harga. Baik itu kesepakatan harga maupun siapa pembelinya. Untuk mengatasi atau sekedar renungan kami ingin mengulas alasan ayam kampung tidak laku di pasaran tersebut.

Alur atau Cara Ternak Tidak Baik

Artinya setiap proses produksi hingga pemasaran menentukan kelangsungan usaha ternak ayam kampung ini. Mengingat usaha ayam adalah proyek jangka menengah yaitu minimal 3 bulan untuk pedaging dan 6 bulan untuk petelur. Jadi pastikan anda menerapkan tata cara ternak bukan hanya tata cara pemeliharaan saja. Artinya terapkan cara manajemen terbaik mulai dari sebelum ternak, pengadaan DOC hingga panen serta evaluasi kapan hasil panen. Jika semua berjalan bersama-sama secara berkesinambungan maka dengan peribahasa "sambil menyelam minum air" maka budidaya ayam akan berjalan cepat, efektif, kontinyu dan berjalan terus menerus. Silahkan baca cara ternak ayam kampung asli mulai dari awal hingga akhir untuk alur ternak terbaik.

Hasil Produk Kurang Optimal

Ada beberapa alasan hasil produk belum optimal yaitu :
1. Ayam kurus
Alasannya adalah manajemen ternak tidak dilakukan dengan baik terutama pakan dengan alasan tidak ingin pengeluaran tinggi. Pemilihan bibit tidak seragam, serta kesalahan pemberian pakan. Coba-coba juga akan mengakibatkan ayam tidak optimal. Akibatnya para pembeli seperti pembeli tidak menghargai ayam dengan harga layak.
2. Ayam sakit
Alasan ayam sakit juga menentukan tidak lakunya produk ternak kita. Jikalaupun laku maka akan dihargai murah. Jadi pastikan kondisi baik sebelum diserahkan ke pembeli dengan cara pensortiran. Ayam 99% sehat sementara terdapat 1 ayam sakit dapat menurunkan harga semua hasil panen.
3. Jumlah sedikit
Jumlah menentukan harga dan untungnya panen. Jika kita menjual dengan jumlah tidak mencapai 50 ekor sekali panen maka akibatnya hanya sebatas penambahan pengepul. Dengan begitu kita dipermainkan pengepul. Pastikan jumlah memadai untuk panen serta dengan tujuan angka keungtungan lebih besar.
4. Tidak di Sortir
Seperti ulasan di atas bahwa setiap peternakan tidak menjamin 100% semua ternaknya bagus. Dengan genetik beraneka ragam dari nenek moyang ayam kampung itu sendiri. Bayangkan saja bila ayam broiler dengan ras tertentu saja bisa beraneka ragam kualitas apa lagi ayam kampung dengan berbagai keunggulan juga. Pensortiran harus dilakukan agar terciptanya produk terbaik dan unggul hasil seleksi ini.
5. Produk Baru
Banyak orang tidak mengerti, tidak yakin, atau bahkan bingung dengan jenis-jenis ayam terutama ayam jawa saja. Misalkan ayam kedu, atau ayam sentul dan lain sebagainya. Dengan alasan bahwa orang akan beranggapan jika tidak melihat langsung akan berbeda tafsir. Belum lagi jenis ayam kampung juga beragam dengan berbagai minat pembeli jenis tertentu atau menyukai jenis tertentu. Tentu dengan produk baru kita akan sulit juga pemasaran jika tidak dapat meyakinkan pembeli. Produk baru dalam poin ini berarti belum banyak orang berternak ayam kampung sehingga banyak pelaku bisnis distributor ayam tidak begitu minat dengan ayam kampung dan kalah pamor atau populer dengan ayam broiler. Namun itu semua terhapus dengan semakin besarnya minat peternak dan pembeli yang menghubungi kami lewat kontak serta semakin banyak penjualan online. Jadi kami tidak lagi mengatakan bahwa ayam kampung bukan produk baru melainkan populer dan kami yakin mampu menggeser popularitas ayam broiler di masa mendatang.

Kurangnya Riset Pasar

Saat kami membuka blog ini dan hingga sekarang masih saja ada keluhan tentang pemasaran hasil ternak. Ini menandakan peternak tidak memiliki riset pasar cukup serta bertahap. Akibatnya pada saat panen tiba hanya menjual kepada pengepul kecil di pasar tradisional (bukan masyarakat) dengan kebutuhan daging dan telur terbanyak atau terbesar. Kurangnya riset pasar atau pencarian keinginan terbanyak masyarakat dapat menjadikan peternak sebagai 'kambing hitam' dengan alasan harga ayam sedang jatuh. Bagaimana mungkin harga jatuh sementara kebutuhan ayam selalu tinggi? Statistik data kebutuhan daging masyarakat Indonesia sudah tertera jelas bahwa ada peningkatan sekitar 16% dari total kebutuhan tahun lalu sebesar 11% untuk awal tahun 2013 saja (Deptan). Banyak masyarakat beralih dari daging sapi dengan harga mahal ke daging ayam terutama ayam kampung. Jadi riset pasar berarti mencari siapa dari produk ternak dapat dipasarkan dan mampu menampung dengan harga layak. Tujuan riset pasar sebenarnya adalah mengetahui jenis produk ternak apa yang paling banyak dicari dan siapa saja pengepul besar mampu menampung produk tersebut dengan harga standar.

Tidak Ada Target Penjualan

Sudah sering kami menulis bahwa kesalahan besar jika seorang peternak tidak mempunyai target pasar atau target penjualan produk. Saat ayam sudah menginjak waktu panen (usia 3-4 bulan) untuk penghasil daging atau karkas (ayam kampung asli) maka kebutuhan pakan akan semakin besar dan mahal. Memang benar ayam akan lebih mahal jika dipelihara lebih lama, namun jika kita berpedoman pada kontinyu atau sifat ternak berjalan terus dan memperbarui dari DOC lagi maka kita akan mengeluarkan modal lagi sebelum koloni sebelumnya terjual. Jadi pastikan kemana produk ternak kita dipasarkan.

Tidak Berwawasan Luas

Seperti sudah kami singgung pada riset pasar bahwa kebutuhan daging dan telur seperti ayam jawa asli masih besar perlu adanya wawasan khusus untuk mengetahui perkembangan pasar tentang daya beli, minat, dan nominal produk. Dengan anda selalu bertanya ke sesama penjual, sesama peternak dan sesama pecinta ayam kampung asli, jalan anda memasarkan produk akan semakin besar.

Tips

Sekali lagi kami tekankan bahwa setiap peternak mempunyai segmen atau tempat pemasaran sendiri-sendiri. Ini dikarenakan setiap peternakan dan peternak sudah memiliki ciri khasnya masing-masing. Untuk tips dari kami juga untuk pribadi penulis bahwa pasar kita tentukan sendiri baik itu skala kecil atau skala besar. Asal manajemen dan tata cara budidaya ayam kampung asli terstuktur, terjalin dan terprogram dengan baik. Saya berani jamin jika kebutuhan daging dan telur di daerah masing-masing selalu kekurangan stok. Jadi pastikan untuk mencari pembeli baru untuk pemasaran atau kita lebih aktif mencari dengan "blusukkan" (bahasa jawa) ke pasar, produsen jamu, minimarket, perumahan, resto, maupun tempat-tempat lain dengan kebutuhan ayam kampung asli terbesar dan terbanyak. Ini ceritaku, mana ceritamu? Salam sukses ya!

Manajemen Alas Kandang Ayam Kampung

sekam padi alas kandang ayam
Sekam padi sebagai alas kandang
Ternakayamkampung.com - Sahabat ternak, manajemen pada musim penghujan ini perlu ditingkatkan guna menghangatkan kondisi dalam kandang terutama melawan hawa dingin dari musim penghujan tersebut. Melalui artikel ini kami mencoba mengulas manajemen alas kandang ayam kampung asli dengan memanfaatkan sekam padi sebagai alas. Dan semoga dengan artikel ini dapat menjawab pertanyaan para pengikut di facebook page.

Alas kandang sering disebut dengan istilah litter atau peternak menyebut dengan sekam. Namun ada banyak bahan yang dapat digunakan untuk alas kandang ini. Litter sering kali dikesampingkan oleh peternak bahwa dalam cara budidaya ayam kampung manajemen terbaik adalah sistem perkandangan. Kami sudah menulis ciri kandang ayam kampung yang baik yaitu salah satunya alas kandang harus dalam keadaan kering karena alas kandang dalam keadaan lembab dapat mendatangkan bibit-bibit penyakit.

Bahan untuk alas kandang

Bahan untuk litter terbuat dari bahan dapat menyerap air dan beberapa bahan dapat membuat hangat keadaan dalam kandang. Litter untuk alas dapat dipakai dengan bahan-bahan berikut ini :
1. Sekam Padi
2. Serbuk Gergaji
3. Pasir
4. Kulit kacang
5. Potongan kertas bekas
6. Jerami (jawa:damen) dan lain-lain

Syarat alas kandang

1. Mudah didapat
2. Mudah ditemui
3. Kontinyu
4. Aman dan tidak beracun
5. Menghangatkan alas

Manfaat menggunakan litter dibanding dengan alas tanah atau berbahan keras (semen) adalah :

1. Memberi suhu panas tambahan dalam kondisi musim penghujan dan pada saat brooding DOC ayam
2. Membantu menyerap air lebih cepat sehingga mengurangi kelembaban
3. Mengurangi gas amoniak dari kotoran ayam
4. Mengurangi tugas anak kandang membersihkan kandang
5. Memberi efek psikologi ayam agar mengkais alas untuk ayam tidak kabur meski kandang tidak memiliki sekat tinggi
6. Mengurangi bau kandang

Akibat jika alas kandang lembab dan basah

Kami juga sudah menulis cara mencegah berbagai macam penyakit ayam yaitu soal manajemen perkandangan bahwa litter ini cukup penting terutama untuk pembesaran dan untuk ayam pedaging. Untuk lebih jelasnya tentang litter basah dan berbagai dampak negatifnya bisa melihat langsung di website medion di Info Medion. Dari web tersebut juga dijelaskan bagaimana tips menjaga agar alas kandang selalu dalam keadaan kering atau berkadar air 20-25%. Jadi segeralah lengkapi pengetahuan anda!

Tips

Ada beberapa masalah tentang pemilihan alas kandang yakni ketersediaan bahan. Berikut ini tips manajemen alas kandang memilih bahan untuk alas kandang.
Seperti kita tahu bahwa kita sering kesulitan mendapatkan bahan seperti sekam padi harus berebut dengan beberapa jenis usaha lain seperti usaha batu-bata, briket, pupuk organik dll. Jadi pemilihan bahan jika kurang memenuhi yang diinginkan dapat mencampur bahan seperti di atas. Misalkan sekam padi dicampur dengan serbuk gergaji atau pasir. Dengan begitu kita akan mendapatkan tinggi alas yaitu 8-12 cm agar kondisi atau kadar air tetap tidak melebihi jumlah yang dianjurkan.

Alas kandang ini ternyata memiliki nominal rupiah tinggi jika dibanding dengan harga beli awal. Saya beli sekam padi 1 karung ukuran 50 kg  hanya Rp. 5.000,-. Menurut para peternak di daerah kami mereka dapat menjual kira-kira Rp. 6.000,- hingga Rp. 10.000,- /karung sebagai pupuk organik. Banyak petani langung mengambil sisa alas untuk dijadikan pupuk tanpa diproses. Sungguh ini merupakan efektifitas dan mendatangkan rupiah bukan?

Sebagai saran kami khususnya untuk penulis alas ini sebaiknya digunakan agar ayam merasa nyaman serta akan menghemat konsumsi pakan ternak. Sebagai gantinya kita akan mendapatkan rupiah jika dikelola dengan baik tentang alas kandang ini. Akhir kata salam sukses dan ternak sehat selalu!

Manfaat Daun Enceng Gondok Untuk Ayam

daun enceng gondok
Daun enceng gondok sering dianggap remeh bagi sebagian besar orang. Namun dalam bidang peternakan ayam kampung dan ternak lainnya daun enceng gondok memiliki nilai ekonomis dan efektif untuk budidaya ayam kampung.

Penambahan daun enceng gondok dirasa penting demi menghemat biaya pakan. Dalam hal ini dikarenakan daun enceng gondok adalah tanaman dengan perkembangan sangat cepat namun dapat dijumpai di sekitar kita. Bahkan dapat dikatakan untuk mendapatkan daun enceng gondok adalah dengan harga yang murah bahkan gratis dan tidak akan habis. Apa saja manfaat daun enceng gondok untuk ternak, mari kita bahas bersama

Tentang
Daun enceng gondok (Eichornia Crassipes) adalah tanaman air dan biasa tumbuh pada permukaan air seperti di kolam, sungai, rawa, danau, dan beberapa tempat dengan genangan air lainnya. Di berbagai daerah tanaman enceng gondok ini sering dianggap sebagai hama dengan pertumbuhan dan perkembangan tanaman ini cukup cepat sehingga banyak orang ingin membersihkannya. Banyak anggapan bahwa sungai-sungai yang terdapat tanaman enceng gondok ini dapat menyebabkan mampetnya saluran air dikarenakan dapat menimbulkan tumpukan sampah.

Kegunaan
Digunakan sebagai bahan kerajinan tangan serta meubel
Digunakan sebagai pakan ternak seperti ayam, bebek, kambing dan ternak lainnya
Digunakan sebagai pelindung kolam dari pemangsa ikan
Digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk tanaman
Mampu menyembuhkan penyakit tertentu (dalam penelitian)
Dapat digunakan sebagai sayur dan aman dimakan manusia

Dalam hal ini kami ingin mengulas tentang pemberian bahan dasar enceng gondok demi mengoptimalkan produksi telur ayam kampung. Menurut Far Wu daun enceng gondok ini sudah dibuktikan pada bebek dengan kualitas telur yang semula 57,7 setelah diberi campuran daun enceng gondok mencapai 59,19 gr/butir. Dengan mengacu hal tersebut kami mencoba memberikan irisan daun enceng gondok ke dalam ransum ayam kampung.

Menurut Balitnak
Dari hasil uji lab dan penelitian berikut tabel daftar nutrisi dari daun enceng gondok
komposisi daun enceng gondok

Manfaat Daun Enceng Gondok Untuk Ayam Kampung
1. Kalsium daun lebih tinggi dari pada akar dan batang
Fungsi kalsium yaitu menetralkan asam organik hasil metabolisme seperti asam oksalat berupa racun bagi ternak itu sendiri
2. Kandungan karoten daun lebih tinggi sekitar (109.000 UI/100gr)
Fungsi karoten tinggi mampu menggantikan konsentrat protein daun (pengganti bekatul)
3. Provitamin A
Fungsi provitamin ini berguna untuk menambah warna kuning telur
4. Protein
Protein dalam daun enceng gondok berupa protein kasar sebanyak 40% sedangkan sisanya protein murni setara dengan kedelai dan susu.

Pemberian
Untuk pedaging maksimal 10%
Untuk petelur maksimal 16%

Balitnak menegaskan bahwa pemberian daun enceng gondok tidak mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas ayam kampung asalkan pemberian daun masih dalam keadaan segar (hijau) tentu dicampur dengan bahan pakan lainnya. Kami menginformasikan bahwa pemberian daun enceng gondok ini berakibat pada warna kotoran ayam berwarna sedikit kehitaman. Dalam hal ini kami menganjurkan pemberian minum menggunakan manfaat air gula jawa sebagai penambah asam untuk daun enceng gondok ini.

Anda bisa melihat dan mengunduh file artikel di atas dari balitnak. Untuk download artikel silahkan menuju ke halaman berikut. Jika sudah tekan save!
Referensi : Balitnak

Ukuran Denah Kapasitas Kandang Ayam Kampung

Sahabat ternak dalam pembuatan kandang dapat menekan biaya produksi yaitu dengan menentukan ukuran denah kapasitas kandang ayam kampung. Ukuran kandang dipengaruhi oleh kapasitas ayam di dalamnya. Begitu sebaliknya jumlah ayam yang dibudidaya mempengaruhi ukuran kandang. Oleh sebab itu dalam artikel ini kami mencoba membuat ukuran dari sebuah kandang dan kapasitas ternak dalam sebuah kandang beserta denah kandang dengan tujuan menghemat biaya produksi serta tempat khusus untuk ternak ayam kampung semi intensif.

Ukuran kandang serta kapasitas di dalamnya memang tidak ada ukuran baku, namun jika tidak sesuai dengan situasi penghuninya maka akan berakibat buruk untuk ternak itu sendiri.

Tujuan menentukan ukuran :
1. Memaksimalkan tingkat pertumbuhan ayam berdasar umur
2. Mengurangi kanibalisme
3. Menentukan bahan yang akan digunakan
4. Menentukan biaya yang akan dikeluarkan
5. Pemanfaatan lahan serta keadaan kandang
6. Perbaikan managemen kandang
7. Membuat kandang ayam kampung yang baik.

Denah Kandang Sistem Litter
Denah Kandang Sistem Ren
Gambar dan denah kandang sudah tertera pada galery kandang ayam kampung.

Acuan Ukuran dan Luas Kandang
a. 1-7 hari 30-50 ekor per m2
b. 7-14 hari 25-30 per m2
c. 14-21 hari 20-25 per m2
d. 21-30 hari 15-20 ekor per m2
e. 30-60 hari 7-10 ekor per m2
f. 60-90 hari 5-7 ekor per m2
g. >90 hari (induk) 1 ekor per m2
*) Pada teorinya memang berdasar ukuran per m2 namun pada kenyataannya para peternak hanya berpedoman pada luas kandang yang dibuat. Misalkan selama pemeliharaan dibutuhkan 3 kali pindah kandang jadi pembuatan kandang tidak serumit teori di atas. Kecuali untuk sistem batery dalam budidaya ayam kampung intensif.

Menghitung Ukuran Luas Kandang Untuk Kapasitas Tertentu
Untuk mencoba pemahaman kita menghitung ukuran luas kandang dari data di atas coba hitung berapa luas kandang yang diperlukan jika kita memelihara 350 ekor di setiap usianya. Berikut cara menghitungnya :
a. Tentukan jumlah ayam
b. Cari selisihnya
c. Hitung luas hasil akhir

Contoh :
Jumlah kandang ayam (m2) = jumlah ayam / ukuran luas kandang per m2
                                              = 350 : 50 ekor/m2
                                              = 7 m2
*) Ukuran penghitungan di atas mengacu pada bentuk persegi. Dalam kenyataannya bentuk kandang hanya memanfaatkan ruang atau halaman tertentu dengan bentuk beragam. Intinya adalah sisakan 1/4 ruang bebas dari kapasitas penuh untuk tujuan ruang gerak dan tempat pakan dan minum.

Ukuran Jeruji Pagar atau Kurungan
Bila sahabat memakai bambu untuk jerujinya, atau jika sahabat ternak menggunakan jaring (seperti yang kami gunakan) pasti membutuhkan acuan agar penghematan bahan, berikut ini pengalaman kami memakai jeruji dari bambu dan jaring. Dengan harapan atau 2 tujuan utama yakni ayam tidak kabur dan penggunaan bilah bambu/jaring lebih irit supaya biaya pembuatan kandang lebih efektif dan efisien.

Usia 1-2 bulan adalah 1 cm (1 jari orang dewasa)
Usia 2-3 bulan adalah 2,5 cm (2 jari orang dewasa)
Usia Dewasa adalah 3,5 cm (4 jari orang dewasa)

*) kami tidak mencantumkan kandang usia DOC karena penggunaan kandang semacam jeruji hanya untuk 1 bulan ke atas. Sementara pembuatan kandang sudah kami ulas pada manajemen brooding DOC sederhana.

Ukuran Indukan (Intensif)
Seiring bertambahnya ayam baik indukan maupun DOC untuk ukuran indukan kami membuat kandang dengan pola mengikuti ukuran balok kayu (usuk) yakni panjang 3m dan dijadikan 2 potong. Pada akhirnya menghasilkan 1,5m bentuk persegi. Atau p x l x t adalah 1,5 meter dengan kapasitas per kandang induk yaitu perbandingan jantan dan betina adalah 1 : 5 ekor.

Terakhir diperbarui 17 Februari 2014
Referensi : Agus Murtidjo, Bambang (1992) Mengelola Ayam Buras : Kanisius, Yogyakarta  

Bubul Pada Anus DOC Ayam Kampung

bubul pada anus ayam kampung

Bubul pada anus DOC ayam sering terjadi akibat kesalahan manajemen pemeliharaan ternak. Banyak sekali efek atau masalah yang dapat terjadi dimulai pada bubul sekitar anus. Pada intinya adalah masalah pertumbuhan DOC kurang seragam. Lebih parah lagi jika tidak cepat-cepat ditangani akan menimbulkan kematian karena anak ayam susah untuk membuang sisa metabolisme tubuh. Dalam artikel ini kami mengulas pada masalah bubul ini terutama pada saat penanganan DOC. Mari kita bahas.

Bubul atau dobol (bahasa jawa) dalam pengertian kami sebagai peternak pemula yaitu pengerasan sisa metabolisme atau feses ayam yang tidak sempurna. Bubul ayam ini dimuali dari keluarnya kotoran ayam yang tidak sempurna (mencret) tidak jatuh ke tanah namun di bagian bulu sehingga membentuk cairan yang melekat di bulu sekitar anus. Kejadian seperti ini jika tidak diketahui peternak, sementara kotoran terus keluar dibarengi dengan suhu sekitar 30 derajad akan mempercepat pengerasan kotoran di sekitar anus.

Penyebab
Sebab utama masalah dubul ini sering terjadi pada masa pemeliharaan awal (DOC) dan pada manajemen brooder doc kurang tepat yakni masalah managemen pemberian pakan. Disamping itu ada beberapa penyebab masalah ini diantaranya :
1. Pemberian pakan
Pemberian pakan sudah kami tulis sebelumnya, jadi untuk pemberian masa DOC ini seharunya pakan berbentuk tepung (mash) sehingga mampu dicerna oleh usus dan tidak menimbulkan diare berkepanjangan. Kami sudah menulisnya pada jenis pakan ayam berdasar bentuk dan cara pemberian pakan ayam dengan tepat.

2. Suhu terlalu panas
Suhu dalam brooder (pemanas/box/chicken guard) dapat mencapai lebih dari 32 derajad. Akibatnya DOC kebanyakan minum sehingga terjadilah diare dan pengerasan kotoran terjadi lebih cepat.

3. Penyakit
Banyak penyakit seperti berak kapur dll dapat menimbulkan masalah ini. Jadi segeralah lakukan penanganan agar masalah bubul ini dapat kita hindari.

Akibat
Banyak sekali akibat dari masalah bubul pada anus untuk ayam usia muda. Seperti disinggung pada paragraf awal bahwa banyak sekali akibat dari masalah ini. Berikut pengalaman kami :
a. Menghambat metabolisme tubuh
Memang ayam kelihatan segar, lincah namun dibalik itu ayam akan menahan "pup"nya karena susah keluar sempurna (jika sudah mengalami pengerasan)
b. Menghambat pertumbuhan
Pada awalnya masalah ini bukan masalah serius, namun jika terjadi beberapa hari bubul dapat berakibat pada pertumbuhan kurang optimal
c. Keseragaman bobot
Jika peternak mengacu pada bobot ayam yang dijual justru ini masalah serius karena dapat memperlama masa pemeliharaan. Kejadian ini sering kali terjadi dan dapat mengakibatkan ayam yang mengalami masalah bubul lebih kecil dan ringan dari teman sekoloninya.
d. Kematian
Seperti saat ayam tidak bisa bab (buang air besar) dengan lancar, maka dapat menimbulkan kekurangan nafsu makan. Lama kelamaan ayam akan mati karena kekurangan energi dan nutrisi.

Penanganan
Jika sahabat ternak mengalami masalah seperti gambar di atas, segeralah lakukan penanganan agar akibat buruk tidak terjadi. Berikut cara mengatasi masalah ini dari kami :
1) Ambil DOC dari brooder dengan ciri-ciri kotoran menempel pada bulu sekitar anus.
2) Bersihkan dengan tissue pembersih yang sebelumnya diberi air hangat
3) Tunggu hingga kering atau lap dengan tissue kering
4) Kembalikan ke kandang

Jika sahabat sudah menemukan DOC dengan bubul keras dan besar itu tandanya masalah ini sudah terjadi beberapa bari. Lakukan penanganan sebagai berikut :
a) Ambil ayam yang sedang mengalami masalah tersebut
b) Rendam bubul atau pantat ayam ke dalam air hangat setelah beberapa menit. Dengan tujuan kotoran mudah dibersihkan
c) Lap dengan tissue kering dan tunggu hingga kering
d) Masukkan ke dalam kandang.

*) Penanganan masalah ini jika tidak tepat (terburu-buru) dapat menyebabkan kematian walaupun anus DOC tidak mengalami pendarahan. Akibat buruk ini terjadi karena stress berlebih pada ayam.

Pencegahan
Selama pemeliharaan dan sistem pengelolaan ternak baik masalah bubul ini tidak akan terjadi lagi dalam urusan budidaya ayam kampung. Memang untuk pemula seperti saya kerap sekali terjadi, tetapi apakah kejadian serupa akan terulang kembali jika kita sudah mengalaminya? Berikut ini ada kata-kata bijak sederhana namun sangat bermanfaat bagi kita semua terutama untuk penulis blog ternakayamkampung.com :D
Barang siapa hari ini lebih baik dari hari kemarin maka sesungguhnya ia orang yang beruntung, barang siapa hari ini sama dari hari kemarin maka sesungguhnya ia adalah orang yang rugi dan barang siapa hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka ia adalah orang yang celaka.

Salam sukses peternak ayam kampung Indonesia!


Kurangnya Nafsu Makan Pada Ayam Kampung

Sahabat ternak, musim penghujan tiba sementara suhu lingkungan tidak stabil. Terkadang siang cukup terik sementara tiba-tiba turun hujan. Akibat keadaan lingkungan seperti ini dapat menimbulkan stress pada ayam kampung. Kurangnya nafsu makan terjadi akibat ayam tidak bisa makan dengan tenang.
Bila tata cara pemeliharaan sudah dilakukan dengan baik namun masalah nafsu makan masih saja terjadi mungkin kita melewatkan hal-hal ini. Dalam artikel ini kami mencoba menyimpulkan beberapa penyebab dan mengatasi masalah kurangnya nafsu makan pada ayam kampung. Berikut penyebab kurangnya nafsu makan ayam :
1. Ayam tidak sehat
Ayam tidak sehat ditandai dengan tingkah laku seperti lesu, kaki ditekuk, sayap melemah, bulu kusut, mata tidak bulat, hidung berair dan lain-lainnya serta menunjukkan gejala-gejala ayam terserang penyakit. Hal-hal sering terjadi ketika hidung berair dan hidung ayam tersumbat. Ini jelas menurunkan nafsu makan ayam kampung. Hal ini terjadi saat cuaca dingin dan cobalah cek saluran pernafasannya. Sebelum terjadi hilangnya selera makan segeralah lakukan tindakan penanganan menurut penyakitnya.
2. Suhu dan Kelembaban
Suhu terlalu tinggi dan terlalu rendah serta pergantian suhu terlalu cepat dapat menimbulkan ayam kurang nafsu makan. Keadaan ini terjadi salah satunya disebabkan karena perpindahan tempat, hujan turun, serta padamnya sumber panas. Suhu tepat untuk ayam kampung hampir sama dengan suhu untuk ayam broiler yaitu antara 25-32 derajad celsius untuk selengkapnya lihat pada suhu ideal ayam kampung.
 3. Pakan
Banyak sekali akibat kurangnya nafsu makan dari segi ini. Baik itu cara pemberian, jenis pakan hingga kualitas pakan. Seperti pemberian pakan tidak sesuai umur, pakan tidak sama besar saat dicampur, pakan tidak sesuai standar yang dianjurkan serta pakan basi. Segeralah lakukan penanganan jika teknis pemberian pakan tidak tepat. Cara pemberian pakan sudah kami tulis pada cara memberi pakan pada ayam kampung (sistem semi intensif).

Tips agar nafsu makan kembali yaitu bolak-baliklah pakan tersebut.

Tips lain yang mungkin bisa dicoba agar nafsu makan ayam dapat kembali :
a. Pakan yang baik adalah pakan yang terkandung nutrisi lengkap dan standar digunakan
b. Tambahkan air jika nafsu makan turun
c. Berikan tambahan irisan daun sledri dan kubis sebagai campuran ransum (untuk ayam kampung organik)
d. Kadar air dalam pakan seharusnya tidak melebihi dari 14% (SNI)
e. Nafsu makan turun bisa jadi anda terlalu sering / semangat memberi pakan, jadi berilah sewajarnya saja.
f. Mengganti jenis pakan secara ekstrim dapat menurunkan nafsu makan. Artinya penggantian pakan misal dari konsentrat 100% ke butiran penuh.

Sekian tips singkat tentang kurangnya nafsu makan. Semoga membantu bagi yang sedang mengalmi permasalahan ini. Akhir kata salam sukses peternak ayam kampung asli Indonesia.

Terakhir diperbarui 05 Februari 2013

Next Post:

Previous Post: